Vonis 10 Bulan Bagi Anak SMA – Ayah Kecewa Tak Dapat Pendampingan Hukum, Harap Anak Bisa Lanjut Sekolah

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANG BAWAH TENGAH,TN. Lampung – Kasus hukum yang menjerat Jeriansiah bin Tamrin, siswa SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah (TBT) dari Kelurahan Panaragan Jaya, telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan meninggalkan pertanyaan besar terkait keadilan serta perlindungan anak di bawah umur.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya mengajukan tuntutan hukuman 12 bulan penjara terhadap pelajar berusia di bawah umur tersebut. Namun, setelah melalui proses sidang, majelis hakim memutuskan vonis lebih ringan, yaitu 10 bulan penjara. Putusan ini semakin menambah beban batin bagi keluarga, terutama bagi sang ayah, Tamrin, yang sejak awal telah menginginkan adanya pendampingan hukum dan perlindungan yang layak bagi anaknya.

“Dari awal melapor hingga putusan sidang dijatuhkan, saya sama sekali tidak merasakan adanya pendampingan apa pun,” ujar Tamrin dengan nada penuh kecewa.

Sebelum perkara masuk ke pengadilan, Tamrin telah melakukan langkah awal dengan melaporkan kasus tersebut ke kantor dinas terkait melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Ia juga telah mengajukan permohonan bantuan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ari Tantaka yang berdomisili di Pulung Kencana.

Sebagai seorang ayah yang memiliki keterbatasan ekonomi – yang setiap hari bekerja sebagai tukang parkir di belakang Pasar Panaragan Jaya – Tamrin mengaku tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan hak anaknya secara maksimal. Meskipun demikian, ia tetap memiliki harapan bahwa prinsip keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.

“Saya hanya orang biasa dengan kondisi ekonomi yang terbatas, tapi saya sangat berharap keadilan bisa benar-benar diterapkan dalam kasus anak saya,” ucapnya dengan nada lirih.

Baca Juga :  HAKORDIA TUBABA: "MASUK KERJA, BUKAN HANYA KANTOR"

Lebih dari sekadar hasil vonis hukum, Tamrin saat ini lebih fokus pada masa depan anaknya. Ia sangat berharap Jeriansiah tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan dapat kembali bersekolah seperti siswa lainnya.

“Saya sebagai orang tua hanya memiliki satu harapan, agar anak saya Jeriansiah tetap bisa melanjutkan sekolahnya untuk membangun masa depannya,” tutup Tamrin dengan penuh harapan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan sekaligus pengingat pentingnya peran negara serta lembaga terkait dalam memberikan perlindungan, pendampingan hukum, dan jaminan keadilan bagi setiap anak yang berhadapan dengan sistem peradilan. (An,)

Editor : Azam

Follow WhatsApp Channel titiknarasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Ramadan 1447 H, AMM Baitul Makmur Hadirkan Ustadz Abdul Somad dan Rangkaian Kegiatan Syiar Islam Berkemajuan
Dugaan Pemotongan TPG 14 di Tubaba Diresmikan Tidak Benar – Disdikbud: Penyesuaian Berdasarkan Aturan”
Komisi II DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat Menanggapi Keresahan Para Pendidik atas Pemotongan TPG 100% dan Gaji ke-14
Guru PNS dan P3K di Tubaba Menjerit Usai Gaji di Potong Kurang Lebih 20%
Polres Tulang Bawang Barat dan Polsek Jajaran Semarakkan Isra Mi’raj: Perkuat Iman & Tingkatkan Kepedulian Sosial Personel
Polres Tubaba Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Sentuh Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi, Bupati Tubaba Serahkan Berbagai Bantuan di Gunung Agung
Pastikan Natal Aman dan Kondusif, Bupati Tubaba Didampingi Wakil Bupati dan Wakapolda Lampung Tinjau Gereja
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:23 WIB

Sambut Ramadan 1447 H, AMM Baitul Makmur Hadirkan Ustadz Abdul Somad dan Rangkaian Kegiatan Syiar Islam Berkemajuan

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:54 WIB

Dugaan Pemotongan TPG 14 di Tubaba Diresmikan Tidak Benar – Disdikbud: Penyesuaian Berdasarkan Aturan”

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:22 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat Menanggapi Keresahan Para Pendidik atas Pemotongan TPG 100% dan Gaji ke-14

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:56 WIB

Guru PNS dan P3K di Tubaba Menjerit Usai Gaji di Potong Kurang Lebih 20%

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:48 WIB

Vonis 10 Bulan Bagi Anak SMA – Ayah Kecewa Tak Dapat Pendampingan Hukum, Harap Anak Bisa Lanjut Sekolah

Berita Terbaru