PESISIR BARAT, Titik Narasi.Com – Bupati Pesisir Barat resmi melantik jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pesisir Barat periode 2025–2030. Dalam prosesi tersebut, Bupati memberikan instruksi tegas agar pengurus baru tidak hanya menjadi simbol, tetapi aktif menjadi mediator dalam menangani potensi gesekan sosial di masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa sebagai daerah yang majemuk, Pesisir Barat sangat rentan terhadap isu intoleransi jika tidak dikelola dengan komunikasi yang intensif. Oleh karena itu, ia meminta FKUB memperkuat fungsinya sebagai wadah dialog lintas iman.
“FKUB harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya toleransi. Jangan sampai ada ruang bagi paham radikalisme yang dapat mengganggu ketenteraman kita,” tegas Bupati dalam pidatonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada tiga poin instruksi utama yang ditekankan Bupati kepada pengurus FKUB 2025–2030:
– Respons Cepat: FKUB diminta proaktif melakukan deteksi dini terhadap isu-isu keagamaan agar tidak berkembang menjadi konflik horizontal.
– Kemitraan Strategis: Memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan guna mendukung keberlanjutan pembangunan.
– Sosialisasi Moderasi: Menggencarkan edukasi mengenai moderasi beragama hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Menurut Bupati, kerukunan umat beragama adalah modal dasar untuk menjadikan Pesisir Barat sebagai destinasi wisata internasional yang nyaman. Keharmonisan warga lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Menutup arahannya, Bupati menyatakan komitmen Pemkab Pesisir Barat untuk terus memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan guna mendukung kelancaran program kerja FKUB lima tahun ke depan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi pengurus periode sebelumnya yang telah menjaga Pesisir Barat tetap kondusif. ( Muzan )
Editor : Azam











